Hari Sabtu kemaren, saya nonton salah satu program di Indonesia, “Take Me Out – Indonesia”. Program ini kalo gak salah, belum lama. Sepertinya baru 3 bulanan kali ya, kagak tau juga. Bagi yang juga pernah menontonnya, show ini tentang seorang pria atau seorang wanita, yang diberikan pilihan sejumlah wanita atau pria untuk dijadikan pasangan. Kebetulan yang saya nonton, ada seorang pria yang memilih satu dari sekian banyak wanita. Pada saat tersisa 2 wanita untuk dipilih, pria ini mengajukan pertanyaan kepada kedua wanita ini, apakah yang lebih penting, “banyak cinta, sedikit harta” atau “banyak harta, sedikit cinta”. Wanita yang 1 memilih harta dengan alasan “hidup ini mahal”, dan wanita satunya memilih cinta dengan alasan “cinta itu sampai tua, harta bisa dicari”. Apakah benar?
Pertanyaan seperti ini, sudah sangat sering didengar di jaman ini. Kebanyakan orang jaman sekarang, mungkin akan menjawab harta lebih penting. Karena memang hidup ini mahal. Betul juga jika dikatakan, harta bisa dicari. Tapi apakah dengan cinta saja, harta bisa dicari? Tidak. Tidak cukup kalo hanya cinta. Harta bisa dicari, jika cinta itu bukan sekedar cinta. Tapi harus benar-benar cinta yang kuat, yang malah kecintaan yang kuat tersebut bisa menjadi obsesi. Jika sudah menjadi obsesi itulah, cinta bisa mencari harta.Jika hanya cinta doank, akhirnya akan menjadi seperti yang kebanyakan dibilang orang, bahwa “cinta tidak bisa makan”. Betul sekali. Tapi jika cinta sudah berubah menjadi obsesi, dalam arti, begitu besarnya cinta seseorang kepada kita, hingga orang itu tidak ingin kita hidup susah, ingin memberikan kebahagian jiwa dan raga, maka itu akan menjadi obsesi untuk mencari harta yang lebih banyak untuk kebahagiaan orang yang dicintainya.
Walaupun saya belum tua, namun saya banyak melihat dari pengalaman orang-orang yang jauh lebih tua dari saya. Kehidupan ‘harta’ mereka pada saat ini, bisa sangat jauh berbeda dengan harta mereka pada saat baru menikah dulunya. Bahkan banyak yang dulu waktu baru nikah kaya raya, tapi setelah itu, kenyataannya hidup mereka pas-pasan. Mengapa begitu? Karena sebetulnya, kebanyakan yang dulu hidupnya susah, berjuang mati-matian agar keluarganya hidup lebih baik, dan akhirnya menjadi lebih kaya dari yang lainnya.
Saya kadang tidak setuju dengan beberapa teman yang mencari calon suami yang kaya. Saya katakan pada mereka, kaya itu tidak menjamin. Beberapa orang menjawab, “kebahagiaan juga tidak menjamin, jadi karena sama sama tidak menjamin, mending gua pilih yang aman aja, cari yang kaya, setidaknya bisa dinikmati dulu”. Yah itulah pilihan hidup orang. Tidak bisa disalahkan juga. Namun, saya rasa fondasi keluarga dengan dasar seperti itu, bukankah akan menjadi sangat rapuh?
Cinta itu sangat luas. Bukan hanya rasa cinta pada orang, cinta juga bisa berupa keinginan yang kuat pada suatu hal. Ada yang cinta pada dunia maya, ada yang cinta pada dunia kerja, dunia bisnis, dunia sales, dan sebagainya. Cinta yang kuat menjadi obsesi seseorang mencapai sesuai di dunia yang mereka cintai. Begitu juga keluarga, jika seseorang mencintai keluarga, maka pasti akan mencapai yang terbaik buat keluarga, termasuk dalam hal ekonomi. Di sinilah berlaku kalimat harta itu bisa dicari dengan cinta.
Well, semua orang boleh punya pandangan sendiri….. semoga bermanfaat… peace
Filed under: ** Pembelajaran - Motivasi Ditandai: | Blog, cinta, Ervina, harta, linwie, wordpress




betul..betul..minta izin buat copy ya thank’s