Dalam keseharian kita, kita sering berkomunikasi dengan siapa saja. Tapi terkadang, kita tidak terbuka dalam menyampaikan sesuatu. Ada kalanya kita ‘membatasi’ apa yang kita sampaikan, dengan berbagai tujuan, seperti takut lawan bicara kita tersinggung, tidak ingin memperpanjang masalah, tidak berani menyampaikan, dan berbagai alasan lainnya. Kadang kita hanya diam, dan menyimpan dalam pikiran kita sendiri.
Tapi tanpa kita sadari, bila kita ‘membatasi’ apa yang sepatutnya kita bicarakan, bisa menimbulkan berbagai hal negatif. Misalnya saja salah paham. Jadi, terbuka dan penyampaian lewat komunikasi itu sangatlah penting. Tinggal mengenai tata krama dan ke-etis-an, yah itu tergantung bagaimana kita menyampaikan hal tersebut.
Begitu pentingnya komunikasi hingga komunikasi ini menjadi salah satu bidang pendidikan. Jika kita bisa bicara lebih terbuka, maka kita bisa menghindari salah paham dan meningkatkan saling pengertian, penyamaan visi, dan menyatukan pemahaman.
Komunikasi dalam dunia kerja
Dalam dunia kerja dan usaha, komunikasi itu sangat penting. Informasi yang disampaikan haruslah jelas sehingga bisa tepat sasaran. Misalnya saja, jika para jajaran management bisa mengkomunikasikan tujuan dan visi perusahaan dengan benar kepada setiap anggota perusahaan, pastilah visi dan misi perusahaan akan tercapai. Dengan rekan kerja juga, kita harus bisa terbuka, sehingga kita bisa mempunyai tujuan yang sama dan tentu hasilnya akan lebih baik jika semua karyawan bisa bekerja sama lebih baik.
Komunikasi itu juga yang membangun hubungan yang baik dengan pelanggan ataupun supplier dan rekan usaha kita. Apa yang kita butuhkan, dan apa yang rekan butuhkan. Dengan keterbukaan, kita bisa mencapai hasil yang lebih baik.
Komunikasi dalam Keluarga
Banyak kasus perceraian, masalah kenakalan anak, pemberontakan anak, perselingkuhan, dan sebagainya, umumnya disebabkan oleh putusnya komunikasi yang baik dalam anggota keluarga. Bila ada yang menganjal dalam hati kita terhadap pasangan kita, maka wajib untuk kita sampaikan. Bila tidak, maka kesalahpahamanlah yang akan terjadi. Apapun itu, uneg-uneg, keluhan, pertanyaan, keheranan, sampaikan dengan terbuka kepada pasangan kita, ataupun anggota keluarga kita, siapapun.
Bila uneg-uneg dalam hati tidak disampai, lalu dipendam dan dipendam, lama lama akan seperti gunung berapi, yang siap meletus kapan saja. Bila ia meletus, sudah sulit untuk memperbaikinya. Apa yang ada di pikiran orang tua kita, apa yang anak-anak inginkan, apa yang kakak adik kita butuhkan, dan sebagainya. Berbagai kasus dalam keluarga, terjadi karena kurangnya komunikasi, sehingga tidak ada pengertian dalam keluarga, saling curiga, saling memendam permasalahan, ujung-ujungnya keributan, anak terlibat narkota, perceraian, perselingkuhan, dan sebagainya.
Maka, sebisa mungkin, binalah komunikasi yang baik dengan siapapun. Pikirkan bagaimana cara dan waktu yang baik, komunikasi apa yang ada dalam pikiran kita. Begitu juga sebaliknya, terbukalah terhadap apa yang dikomunikasikan orang lain terhadap kita.
Semoga dengan komunikasi yang lebih baik, dunia ini akan menjadi lebih baik
Filed under: ** Pembelajaran - Motivasi Ditandai: | Blog, Ervina, komunikasi, linwie, Pemikiran, wordpress



