Kehidupan – Takdir vs Usaha
Seperti judul di atas, banyak orang bertanya tentang takdir seseorang dan usaha-usaha yang dilakukan dalam hidup kita ini.
Misalnya orang bertanya, “Apakah saya sudah ditakdirkan menjadi miskin? Kenapa saya sudah berusaha sekuat tenaga tapi tetap miskin?”.Atau yang lain bertanya, “Ngapain Saya bersusah payah? Dia saja tidak banyak kerja, tapi bisa kaya raya. Emang udah takdir seperti itu, dia kaya dan saya miskin.”
Terlepas dari soal kepercayaan/agama seseorang, pertanyaan itu sering muncul dalam benak kita. Jika secara agama, tentu tiap agama mempunyai pandangan yang berbeda atas hal tersebut. Namun secara pribadi, Saya memiliki pemikiran sendiri akan hal ini. Tentu pemikiran ini juga di luar permasalahan agama/kepercayaan saya.
Sewaktu kecil, Saya pernah membaca sebuah cerita anak, yang saya sudah lupa penulisnya. Beliau menceritakan tentang seorang anak muda, yang sudah ditakdirkan untuk menjadi kaya. Tuhan selalu berusaha untuk memberikan kekayaan kepada Anak muda ini, namun Anak muda ini sangatlah pemalas. Tuhan meletakan harta karun di bawah meja, dengan maksud agar jika Anak muda ini menyapu, bisa menemukan harga ini dan menjadi kaya raya. Tetapi Anak muda ini tidak pernah menemukannya karena ia pemalas dan tak pernah mau menyapu. Berbagai cara Tuhan lakukan untuk memberinya kekayaan, tapi karena kemalasannya, akhirnya Anak muda ini tidak pernah kaya dan memenuhi takdirnya. Yah, intinya, apapun takdir yang kita miliki, kita tetap harus berusaha untuk mencapai hasil yang terbaik.
Life is a game
Bagaimanakah Anda mengibaratkan kehidupan ini? Nike Ardilla dalam lagunya menyanyikan “Dunia ini, panggung sandiwara”. Yah, tiap orang memainkan peranannya sendiri. Bagi Saya, kehidupan ini seperti video game. Mungkin sebagian besar dari kita pasti pernah memainkan game. Dari game yang sederhana di PC anda (game kartu), game dari jaman dahulu (Tetris), game PS, sampai game online yang sekarang nge-trend.Ada game yang begitu sederhana hingga game yang rumit dan otak kita perlu berpikir keras untuk memainkannya. Ada game yang offline, ada game yang online dan berhubungan dengan banyak orang di dunia maya.Ada game yang penuh warna, gaya, keindahan, hingga game yang visualnya sangat sederhana. Ada game yang butuh waktu lama untuk memainkannya, ada game yang sudah tamat dalam beberapa jam saja.
Begitu juga kehidupan kita. Takdir adalah setiap game yang harus kita mainkan. Apakah kita ditakdirkan untuk memainkan peranan yang kompleks, atau yang sederhana. Peranan yang sederhana, atau yang penuh lika-liku.
Tapi satu hal yang perlu kita ingat. Semua game pasti memiliki level-level atau stage-stage atau tingkatan-tingkatan yang harus kita capai. Itulah yang membedakan kehidupan kita dengan orang lain. Tidak perduli apakah takdir yang kita jalani, apakah kita ada berdiam diri di stage/level terendah? Atau kita akan berusaha sekuat tenaga untuk mencapai level tertinggi dari game yang kita mainkan? Apakah kita akan berhenti di level tertentu, atau kita akan terus mencari jalan untuk mencapai tingkat lebih tinggi dalam hidup kita?
Inilah kehidupan. Bagai sebuah game yang harus kita jalankan dan kita tentukan sendiri level apa yang akan kita capai. Semua orang bebas berpendapan dan memiliki pandangannya masing-masing mengenai kehidupan ini. For me, life is just like a game
Filed under: ** Pembelajaran - Motivasi Ditandai: | Batam, Blog, Ervina, kehidupan, life, linwie, motivasi, wordpress




kalau menurut saya… setia orang sudah ditentukan takdrinya. Tapi, kewajiban manusia adalah berusaha. Dan memainkan peran kita sebaik mungkin…
Setuju. Harus berusahaan sekuat tenaga untuk mencapai level tertinggi dari takdir yang kita jalani. Bukannya setiap game juga ada level/tingkatannya. Tapi bedanya, di game, kita bisa ‘restart’ or ‘continue’. So, kalo udah mate, bisa hidup lagi deh. Kalo di kehidupan ini, kesempatan kita cuma ada sekali seumur hidup ini, so musti dijalani sebaik-baiknya supaya tidak ada penyesalan di kemudian hari.